Mindful Traveling Cara Aku – Menuju True Healing dengan Traveling

Berganti tahun terutama setelah menghadapi pandemi yang panjang, menjalani hidup dengan mindfulness dirasakan semakin penting. Jangan sampai menua dengan menyesali mengapa saat muda dulu berlebihan mengkhawatirkan masa depan hingga bekerja keras bagai kuda melupakan true leisure time.

Mindful traveling bukan hanya bermanfaat untuk memperkaya pengalaman perjalanan yang saat itu sedang kamu jalani, tapi juga akan meresonansikan rasa saat kamu mengingatnya lagi di kemudian hari.

Mindful traveling is a true healing.

Mengapa dikatakan ‘true healing‘? Karena praktik mindfulness dapat membantu seseorang mengelola stres, mengurangi kecemasan dan depresi serta meningkatkan self-esteem. Mindfulness juga akan membuat seseorang memahami makna dari setiap momen yang dijalaninya.

Lebih lanjut, saya akan cerita bagaimana caranya untuk mendapatkan pengalaman traveling yang berkesan hingga mendapatkan healing yang sebenarnya dari liburan kamu.

Apa yang harus dilakukan untuk menjadi mindful traveler?

1. Nikmati perlahan

Salah satu kunci dari mindfulness adalah menenangkan pikiran. Kamu dapat melakukan ini dengan berjalan-jalan santai di setiap destinasi, baik sendirian, atau bersama partner plesir kamu. Ketika kamu traveling dengan santai, kamu, secara otomatis indera kamu akan menangkap lebih banyak hal yang sedang terjadi di sekeliling tempat yang kamu kunjungi. Istilah kerennya, kamu akan memperoleh sensory depth yang lebih maksimal.

Kadang-kadang tanpa kita sadari, kita terburu-buru melakukan sesuatu padahal ada makna dalam setiap momen. Terburu-buru akan membunuh kemampuan kita untuk mindful dan menikmati sebuah momen. Tenang saja dan cobalah untuk tidak terburu-buru dalam petualangan kamu.

Mount Cook – Canterbury, New Zealand. Dokpri

2. Mencoba sesuatu yang baru

Plesir adalah tentang memperkaya pengalaman hidup. Jika kamu hanya berada di zona nyaman saat bepergian maka kamu tidak mengalami ‘keajaiban’ dan kenangan yang tak terlupakan. Liburanmu hanya akan tersisa dipostingan instagram saja tanpa makna yang mendalam.

Jadi, keluarkan diri kamu dari cangkang kamu yang nyaman dan terbukalah terhadap pengalaman baru. Hal ini bisa sesederhana mencoba bahasa lokal dan mencicipi masakan lokal. Nggak seru dong kalau berangkat ke Jogjakarta tapi memilih masakan padang buat makan siang.

Percakapan sederhana dengan penduduk lokal dengan bahasa lokal akan memberi kamu tambahan wawasan yang luar biasa tentang kehidupan sehari-hari di setiap destinasi. Tradisi, bahasa, dan pengetahuan leluhur dari setiap negara hanya dapat benar-benar digambarkan melalui orang-orangnya. Manfaatkan setiap kesempatan untuk berbaur dengan penduduk setempat demi pengalaman perjalanan kamu yang tak terlupakan.

Puaskan setiap rasa penasaran dan jangan sampai ada yang terlewat. Ajukan terlalu banyak pertanyaan, jelajahi tempat-tempat di daerah tujuan wisata kamu. Seringkali rasa ingin tahu kitalah yang memandu kita untuk belajar tentang tempat atau hal-hal baru dan memperluas pengalaman kita dengan cara yang menyenangkan.

3. Silent mode gadget

Tidak peduli seberapa tergodanya kamu untuk merespon pesan, posting instagram story, memeriksa email, atau membalas panggilan – sebisa mungkin matikan gawai kamu atau pasang dalam moda silent. Kamu akan sulit untuk benar-benar merasakan momen liburan dan menikmati lingkungan sekitar ketika gawai kamu terus-menerus berbunyi.

Dunia digital dapat menciptakan distraksi dari realitas perjalanan kamu. Gunakan gadget kamu semaksimal mungkin hanya untuk urusan plesir, seperti menggunakan google map, mencari penginapan atau mencari tahu kegiatan yang sedang berlangsung di tujuan wisata yang kamu kunjungi.

Jika kamu memiliki keinginan kuat untuk posting liburan kamu ke sosial media, lakukan sesingkat mungkin, atau lakukan setelah liburan kamu selesai. Ingat bahwa instagram, facebook dan media sosial lainnya adalah showcase bagi liburan kamu. Tentunya kamu nggak pengen dong waktu liburan lebih banyak terpakai untuk mengisi showcase ketimbang mengisi hati kamu …

4. Travel light

Salah satu cara untuk menambah kenikmatan perjalanan adalah dengan berkemas praktis, hanya membawa apa yang kamu butuhkan karena tas ekstra berarti kerumitan ekstra. Dengan ‘bawaan’ yang praktis maka kamu pun akan berpikir secara simpel, meminimalisasi kekhawatiran ada barang yang tertinggal, hemat waktu, dan meminimalisasi lelah akibat barang yang banyak. Selain itu, berkemas praktis akan membuat kamu mudah untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

5. Travel easy

Nah, untuk yang satu ini kamu memang harus terkoneksi dengan gadget kamu. Kemudahan akses melalui handphone adalah sebuah kelebihan yang bisa kamu maksimalkan untuk mendapatkan liburan impian. Semua hanya berbekal aplikasi, kuota, jempol dan budget.

Saya akan perlihatkan bagaimana mudahnya booking tiket pesawat, penginapan serta aktivitas selama di New Zealand dengan aplikasi traveling dengan aplikasi Traveloka,

Mengapa saya pilih New Zealand?

Pertama adalah karena New Zealand berada diperingkat kedua sesuai penelitian The Institute for Economics and Peace (IEP) yang mengeluarkan Global Peace Index setiap tahun. Tentunya indeks ini penting untuk pelancong seperti saya.

Sumber: The Institute for Economics and Peace

Kedua, pilihan jenis aktivitasnya banyaaaak… Mau menyelam, hiking, hot pools, naik helikopter, skydiving, stargazing… ada semua, lengkap. Terakhir adalah karena saya ingin mengulang momen, sebelumnya saya ke sana berlima, kali ini saya ingin berangkat solo, atau maksimal berdua saja.

Memilih penerbangan adalah hal yang pertama kali harus dilakukan setelah mengetahui destinasi apa yang diinginkan. Hari ini saya browsing di Traveloka, tiket dari Jakarta ke Auckland sekali berangkat sekitar 5.8 Juta atau sekitar 11.6 Juta Rupiah PP dengan sekali transit di Sydney.

Tonton cara booking tiket pesawat via traveloka di tiktok aku yah

Setelah tiket pesawat sudah dibooking, langkah berikutnya mencari penginapan. Biasanya kalau traveling jauh, saya mencari penginapan pertama yang mudah dijangkau dari bandara. Hal ini supaya saya bisa cepat istirahat agar jetlag lekas hengkang dari tubuh.

Kalau ternyata penginapan pertama jauh dari destinasi yang dituju, sebaiknya pilih penginapan yang murah saja.

Jangan khawatir dapat penginapan yang jelek, Traveloka punya standar yang oke sehingga memudahkan kita untuk memilih penginapan yang sesuai dengan standar kita. Fasilitasnya pun bisa kita pilih, berhubung ingin penginapan yang dekat bandara maka saya centang antar jemput bandara.

Biasanya jetlag bertahan 24 jam terhitung setelah saya landing di airport tujuan. Tapi saya cenderung yang ogah goler di penginapan selama 24 jam. Keliling tipis-tipis di dekat penginapan terutama pagi dan siang hari akan membantu tubuh untuk menyesuaikan dengan tempat baru. Aktifitas ini pun bisa dicari dan dibooking via Traveloka. Asik kaaan…

Ini beberapa tempat tujuan yang ingin saya sambangi di New Zealand:

1. Menyaksikan pertemuan dua samudra di Tanjung Reinga


Tidak banyak tempat di mana kita bisa menyaksikan dua samudra bertemu. Salah satu tempatnya adalah Tanjung Reinga (Reinga Cape). Di tempat ini kita bisa duduk selonjoran menatap pertemuan dua samudra dari ketinggian 165 meter di atas permukaan laut.

2. Willowbank Wildlife Reserve

Willowbank Wildlife Reserve yang dibuka sejak tahun 1974 ini adalah taman margasatwa yang paling komprehensif di New Zealand, menampung sekitar 95 spesies termasuk macaw biru dan emas, macaw merah, capybara, berang-berang cakar kecil, lemur ekor cincin, lemur hitam-putih, kura-kura bintang, kura-kura macan tutul dan iguana hijau.

Ada juga binatang endemik New Zealand seperti kea, kaka, kiwi coklat Pulau Utara, kiwi coklat Pulau Selatan, kiwi coklat Okarito, kiwi tutul besar, morepork (juga disebut ruru — burung hantu kecil berwarna coklat), elang Selandia Baru dan tuatara.

Willowbank juga memiliki Rare Breeds Conservation Society yang menampung dan mengembangbiakkan spesies hewan yang sudah sedikit jumlahnya seperti kambing Arapawa, domba Damara, kelinci Pulau Enderby, dan zebu.

Buat saya yang senang dengan binatang dan ingin tahu binatang khas suatu tempat, saya akan menyambangi tempat ini.

3. Menatap bintang di Canterbury


Di wilayah Aoraki/Mount Cook Mackenzie terdapat International Dark Sky Reserve – satu-satunya cagar alam untuk stargazing di Belahan Bumi Selatan dan salah satu dari hanya delapan lokasi di dunia.

Tempat ini sudah melalui pengujian ekstensif dan telah terbukti bahwa area ini memiliki langit malam yang paling gelap dengan jumlah malam langit cerah terbanyak di New Zealand.

Sumber: stuff.co.nz

4. Helicopter Glacier Landing Scenic Flight

Kalau ternyata nanti saya berangkat mendekati winter ke Selandia Baru, maka aktivitas yang saya pilih adalah menaiki helikopter di Queenstown mengelilingi area Milford Sound dan sekitarnya, terbang di atas jantung Southern Alps, menjelajahi surga gletser di New Zealand dan mendarat di Fox township. Yang ini sih, belum berangkat saja sudah terbayang-bayang serunya.

Dokpri

5. Franz Josef Glacier Hot Pool

Hot Pool yang satu ini sayang dilewatkan jika nanti saya berkunjung saat summer ke New Zealand. Kolam air panas ini hanya dibuka saat musim panas saja, jadi jangan sampai salah momen kalau ingin ke sana.

Kolam air panas di Frans Josef ini adalah kolam yang melalui hutan hujan. Letaknya di West Coast, New Zealand. Karena lokasinya yang berada di hutan hujan Frans Josef, tempat ini cukup terpencil dan tenang, cocok untuk healing dan menghilangkan sisa jetlag yang mungkin masih ada.

Franz Josef Glacier Hot Pools. Dokpri

6. Wanaka Blue Pools

Disebut blue pools atau blue lake karena warnanya biru jernih. Begitu jernihnya sehingga sering terlihat ikan trout coklat dan pelangi Selandia Baru yang sedang bermigrasi.

Kolam Biru Wanaka ini mudah dijangkau dengan berjalan kaki singkat dari Haast Highway, melewati jembatan ayun melalui hutan beech yang indah di Taman Nasional Mount Aspiring.

Wanaka Blue Pools bukan hanya satu-satunya di Selandia Baru, terdapat sungai biru lainnya seperti di Hokitika Gorge. Serunya, di sini bisa melihat sungai biru dari atas jembatan ayun Hokitika Gorge.

Sumber: nzpocketguide.com

7. Glowworm Cave

Glowworm atau glow-worm adalah nama umum untuk kelompok larva serangga dan larva betina dewasa yang bersinar melalui bioluminesensi.

Glowworm tinggal di gua-gua dan salah satu tempat yang memiliki banyak glow-worm adalah gua di Selandia Baru, antara lain Clifden Caves dekat Tuatapere, Waipu Caves dekat Whangarei, dan Hokitika Glow Worm Dell.

Sumber: nzpocketguide.com

Setelah membaca tempat-tempat tujuan saya di New Zealand, sayang banget kan kalau dijalani tanpa mindfulness. Nggak rela kalau suasana seindah itu tidak meninggalkan kesan karena kita terburu-buru menjalaninya.

Stay mindful selama perjalanan akan membuat perjalanan berkesan setiap kali mengingat dan menceritakannya pada orang lain.

Mindfulness pada setiap perjalanan akan membuat kamu terpesona pada setiap pengalaman yang dirasakan. Bepergian dengan kesadaran penuh akan membuat kamu menyadari betapa istimewanya setiap interaksi, bangunan bersejarah, taman nasional, atau Situs Warisan Dunia.

Yuk temukan true healing kamu dengan traveling #LifeYourWay.

6 pemikiran pada “Mindful Traveling Cara Aku – Menuju True Healing dengan Traveling

  1. Traveling tanpa gadget bikin perjalanan lebih terasa healingnya, itu aku rasain bangetttt pas traveling ke Korea Utara 2019 lalu. Ga bisa sewa modem, ga bisa beli kartu lokal Krn turis ga diizinin, dan ga bisa pake internet mereka. Google mah udh langsung wassalam di sana 🀣🀣. Jadi selama itu aku samasekali kayak hidup dlm bubble. Ga ada berita, ga terkoneksi kemana2. Tapi rasanya seruuuu banget. Baru kali itu traveling bisa fokus ngobrol Ama temen, bisa bener2 nikmatin, bener2 melihat trmpat2 yg didatangi.

    Kangen juga sih bisa kayak gitu lagi.

    Nz ada bucket listku. Sampe udah bikin ITIN segala. Pengen bungy jumping di negara pertama yg mengenalkan itu, pengen main zorbing dan pengen skydiving. Itu ITIN utamanya nanti 😁.

    Dari trvlk ada penyewaan campervan ga Yaa. Krn planning ku ntr mau naik campervan kliling pulaunya.

    Suka

  2. New Zealand sekeren itu, ga heran kalau bikin pengen balik lagi. Moga terwujud, Tam!

    Ya sih aku setuju poin 3 soal gadget. Kalau lagi bepergian memang stop dulu urusan seperti buka medsos. Dulu aku tuh termasuk yang kalau lagi jalan, maunya story’an terus. Tujuannya buat jadi catatan online tentang apa yang kuliat, dengar, dan rasa saat itu. Karena kupukir story gak nyepam, beda ama feed. Tapi itu duluuuu… Sekarang udah berubah, udah mulai berjarak dengan medsos kalau sedang liburan. Paling cuma 1 atau 2, itu pun setelah dalam keadaan santai. Misal pas udah sampai hotel dan bersiap tidur. Kalau sedang kegiatan, ya mana sempat. Makanya sekarang kalau posting latepost semua haha
    Tapi kadang tetep buka sesekali karena kadang memang sedang ada kerjaan yang harus dipantau di medsos.

    Baca artikel ini aku mupeng juga mau liburan ke New Zealand. Tiketnya ternyata murah juga PP ga sampe 12 juta ya.

    Kalau pas waktunya, pengen deh barengan ke sana sama Tami.

    Suka

  3. β€˜Puasa gadget’ seringkali saya praktekkan sejak dulu. Ya memang gak total banget. Saat pagi atau malam, saya selalu cek email atau DM. Siapa tau ada pesan yang memang harus dibalas segera. Tapi, selain itu, saya berusaha menahan diri untuk tidak posting atau komen apapun di medsos.

    Mungkin disadari atau enggak, saya juga sudah melakukan mindfulness saat traveling. Memang jadi lebih berasa nikmatnya. Bener-bener bisa menikmati perjalanan.

    Suka

  4. New Zealand adalah salah satu negara yg ingin saya kunjungi. Kemarin jg sempet liat2 harga tiket pesawat ke sana di Traveloka. Selain bisa cek2 harga, sering dpt promo jg di sana, hihi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.