GNMC, Peringatan Rute Navigasi Magellan

Pagi tadi, begitu mendapat kabar kalau ada pertemuan GNMC (Global Network of Magellan Cities) ke-10, saya langsung mengubah haluan dari Tangerang Selatan menuju Hotel Sari Pan Pacific, tempat diadakannya pertemuan GNMC kali ini.

Pertemuan yang dibuka oleh Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ini berlangsung satu hari ini saja di Jakarta dan akan dilanjutkan di Tidore sana. Mengingat isinya yang pasti padat bermanfaat, saya merasa sayang untuk melewatinya.

Tidore, termasuk dalam wilayah Maluku Utara, wilayah yang pernah saya singgahi dan tempat dimana sebagian hati saya menetap karena keindahannya yang tak bosan ditatap dan tak bosan diucap, sungguh tidak mengherankan jika wilayah ini menjadi buah bibir setidaknya sejak jaman Sriwijaya. Pada masanya, Tidore sempat mengubah peta dunia karena peran pentingnya sebagai pusat rempah dunia, sebuah titik pertemuan antara timur dan barat yang menjadikannya episentrum yang menentukan pembentukan geopolitik masa itu.

Kemasyuran rempah bukan hanya membuat harga rempah menjadi sangat tinggi di Eropa, terhentinya pasokan rempah pada akhir abad ke-14 sempat menimbulkan ketegangan antara Portugis dan Spanyol hingga ditandatanganinya kesepakatan Tordesillas (Tratado de Tordesillas) pada 7 Juni 1494 yang menuangkan pembagian wilayah perdagangan antara Portugis dan Spanyol.

Prof James Fox, pakar sejarah dan antropologi Indonesia dari Australia National University  yang menjadi salah satu pembicara seminar GNMC ke-10

Baca juga Menikmati Banda: Dari Pala hingga Biota Lautnya

Pencarian rempah inilah yang kemudian menjadi misi perjalanan dari Ferdinand Magellan (Bahasa Portugis: Fernão de Magalhães), seorang penjelajah asal Sabrosa, Portugal Utara.

Ferdinand Magellan mengarungi dua rute berbeda dalam misinya mencari rempah, rute pertama ia menempuh arah timur sesuai dengan kesepakatan Tordesillas yang menyebutkan bahwa bagian bumi sebelah timur adalah wilayah dagang Portugis.dan pelayaran kedua, ia mengarungi bagian bumi sebelah barat yang merupakan wilayah dagang Spanyol.

Rute Magellan

GNMC adalah satu kegiatan peringatan atas rute navigasi yang dirancang oleh Magellan dan para pelautnya. Rute Magellan adalah contoh sempurna dari navigasi kelautan dan perjalanan eksplorasi karena berhasil memperluas cakrawala pengetahuan manusia.

Rute Magellan pertama kali di publikasikan melalui laporan Antonio Pigafetta, Seorang sarjana dan penjelajah Italia dari Republik Venesia yang bergabung dalam ekspedisi ke Kepulauan Rempah-Rempah yang dipimpin oleh Ferdinand Magellan di bawah bendera Raja Charles I dari Spanyol. Laporan berjudul Perjalanan Pertama Keliling Dunia (Il Primo Viaggio Itorno al Mondo) adalah sebuah catatan yang luar biasa mengenai tradisi, adat istiadat, budaya dan linguistik dari populasi-populasi masyarakat yang tidak diketahui sebelumnya hingga pada akhirnya kita memahami adanya keragaman yang ada dimuka bumi ini. Inilah mengapa pelayaran Magellan ini sebagai “perjalanan globalisasi pertama di dunia” seperti yang disebutkan kembali oleh Perwakilan Presiden GNMC Catarina Marques de Almeida Vas Pinto.

Pada 16 hingga 18 Juli 2019 esok, Tidore menjadi tuan rumah Pertemuan ke-10 GNMC yang akan dihadiri delegasi berbagai kota dari tujuh negara diantaranya Lisabon dan Sabrosa di Portugal; Seville dan Granadilla de Abona di Spanyol; Ushuaia, Puerto de San Julian, Puerto de Santa Cruz di Argentina; Montevideo di Uruguay; Punta Arenas dan Porvenir di Chile; Cebu di Filipina; serta and Praia di Cape Verde. Pertemuan ini merupakan rangkaian persiapan perayaan 500 tahun kedatangan Ferdinand Magellan yang akan digelar pada Sail Tidore tahun 2021 mendatang.

Bagi Indonesia selaku tuan rumah dari Pertemuan GNMC ke- 10, pertemuan ini menjadi ajang memperkuat diplomasi maritim yang menjadi salah satu fokus politik luar negeri Indonesia, menyampaikan pesan persahabatan, kemitraan dan perlakuan yang adil terhadap negara-negara yang memproduksi komoditas mentah serta meningkatkan kunjungan wisata ke Tanah Tidore.

Iklan

2 pemikiran pada “GNMC, Peringatan Rute Navigasi Magellan

    1. Iya.. perjalanan Magellan udah lama banget, karena beliau juga kita tau dunia seperti saat ini.. amiinn, mudah2an acaranya lancar.. suwun doanya, mbak..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.