Pergerakan saham perbankan besar dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan investor ketika mencari emiten untuk dipantau. Salah satunya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan kode saham BMRI. Berdasarkan data return bulanan, saham BMRI mencatat kenaikan sekitar 4% secara kumulatif dari Juli hingga September 2026.

Kenaikan tersebut bukan hasil penjumlahan return bulanan secara langsung. Angka 4% diperoleh dengan menghitung perubahan harga secara majemuk selama tiga bulan. Karena itu, angka tersebut menggambarkan perubahan kumulatif BMRI sepanjang kuartal ketiga 2026.

Meski mencatat kenaikan, investor tetap perlu melihat kondisi bisnis, profitabilitas, valuasi, dan dividen BMRI sebelum mengambil keputusan. Data tersebut juga dapat dipantau melalui Makmur, aplikasi saham berlisensi OJK.

Mengenal BMRI

BMRI merupakan kode saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, salah satu bank BUMN yang bergerak di sektor keuangan subsektor perbankan. Pemerintah Indonesia menjadi pemegang saham utamanya.

Kegiatan usaha Bank Mandiri terbagi dalam sejumlah segmen, antara lain Institutional, Corporate, Treasury, Commercial & Business, Consumer Finance, serta Micro & Retail Banking. Beragam segmen tersebut menjadi bagian dari profil bisnis yang perlu dipahami sebelum menilai pergerakan sahamnya.

Berdasarkan data per 7 Oktober 2026, BMRI memiliki market cap sekitar Rp378,84 triliun dengan 92,4 miliar tradeable shares. Pada hari tersebut, volume perdagangan mencapai 51,81 juta saham. Angka ini berada di bawah rata-rata volume tiga bulan sebesar 129,87 juta saham.

Perbandingan tersebut memberikan gambaran mengenai aktivitas perdagangan BMRI pada tanggal tersebut dan dapat dibaca bersama perubahan harga saham.

Ringkasan Performa BMRI

BMRI memiliki P/E ratio sebesar 6,09, P/S ratio 1,78, dan P/B ratio 1,33. Sementara itu, EPS tercatat 673,71.

Dari sisi profitabilitas, ROA BMRI berada di 2,41% dan ROE mencapai 21,37%. Gross profit margin dan operating profit margin sama-sama tercatat 38,95%, sedangkan net interest margin berada di 30,32%.

Rasio-rasio tersebut memberikan sudut pandang yang berbeda terhadap kinerja bank. P/E ratio membandingkan harga saham dengan laba per saham, sedangkan P/B ratio melihat harga pasar relatif terhadap nilai buku. Sementara itu, ROE membantu menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari ekuitas yang dimiliki.

Dari sisi dividen, BMRI memiliki DPS sebesar 542,96 dengan dividend yield 13,24%. Sementara itu, DER tercatat 7,85 kali.

Harga Saham BMRI Naik 4% dalam 3 Bulan

Kenaikan BMRI sekitar 4% pada Juli hingga September 2026 berasal dari dua bulan dengan return positif sebelum mengalami koreksi. Pada Juli, saham BMRI naik 8,83%, kemudian kembali mencatat kenaikan 0,95% pada Agustus.

Pergerakan tersebut berubah pada September ketika BMRI mencatat return negatif sebesar 5,20%. Jika ketiga perubahan harga tersebut dihitung secara majemuk, kenaikan kumulatif BMRI berada di kisaran 4%.

Pergerakan kuartal ketiga tersebut berbeda dengan beberapa bulan sebelumnya. BMRI mencatat return negatif sebesar 10,52% pada Maret, 6,99% pada April, 7,06% pada Mei, dan 5,64% pada Juni. Rata-rata return bulanan BMRI sepanjang 2026 berada di -1,92%.

Pada Oktober 2026, data yang digunakan mencatat return sebesar 2,49%. Pergerakan ini dapat dipantau untuk melihat perkembangan saham setelah kuartal ketiga.

Kenaikan Harga Perlu Dibaca Bersama Kondisi Fundamental

Kenaikan harga BMRI sekitar 4% pada kuartal ketiga perlu dilihat bersama kondisi fundamental dan indikator valuasinya. P/E ratio sebesar 6,09 dan P/B ratio 1,33 memberikan gambaran mengenai valuasi saham, sedangkan ROE sebesar 21,37% menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari ekuitas.

Dari sisi dividen, dividend yield 13,24% juga menjadi salah satu informasi yang dapat diperhatikan. Namun, indikator tersebut tidak berdiri sendiri. Investor tetap perlu mempertimbangkan kinerja bisnis perbankan, kondisi ekonomi, serta risiko pasar ketika menilai BMRI.

Dengan demikian, kenaikan 4% dapat menjadi titik awal untuk mencermati BMRI lebih lanjut, tetapi bukan satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan investasi.

Pantau Saham BMRI melalui Makmur

Setelah memahami profil dan performa BMRI, investor dapat menggunakan Makmur untuk memantau saham dan menjalankan rencana investasi. Makmur merupakan platform investasi yang berizin dan diawasi OJK.

Makmur juga tercatat sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II. Selain itu, Makmur memiliki sertifikasi ISO 27001:2022 untuk sistem manajemen keamanan informasi.

Informasi yang tersedia di platform dapat membantu investor memantau aset dalam satu aplikasi. Namun, penggunaan platform investasi tetap memiliki risiko pasar karena harga saham dapat bergerak naik maupun turun.

Karena itu, investor sebaiknya memahami saham yang ingin dibeli dan menyesuaikan dana yang ditempatkan dengan tujuan serta profil risiko masing-masing.

BMRI Naik 4%, tetapi Tetap Perlu Dianalisis

Saham BMRI mencatat kenaikan sekitar 4% secara kumulatif dari Juli hingga September 2026. Pergerakan tersebut berasal dari return 8,83% pada Juli dan 0,95% pada Agustus, sebelum terkoreksi 5,20% pada September.

Di sisi fundamental, BMRI memiliki P/E ratio 6,09, P/B ratio 1,33, ROE 21,37%, serta dividend yield 13,24%. Data tersebut memberikan konteks tambahan terhadap kenaikan harga saham.

Bagi investor, pergerakan positif pada satu kuartal dapat menjadi awal analisis, bukan alasan tunggal untuk membeli. Memahami bisnis, valuasi, profitabilitas, dividen, dan risiko pasar dapat membantu menghasilkan keputusan yang lebih terukur.

Jika BMRI sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda, Makmur dapat digunakan untuk memantau saham dan menjalankan rencana investasi tersebut.***