Disclaimer: Tulisan ini saya bagikan sebagai pengalaman pribadi, bukan sebagai saran medis atau pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan.
Setelah memiliki Psoriasis sejak 2015, saya berjibaku mencari obatnya sampai beli di US melalui Amazon, beli cream di Australia dan masih banyak usaha lainnya.
Setelah 10 tahun lebih berusaha, sekitar Mei 2026 Psoriasis saya meradang hebat hingga sulit tidur. Sekitar tahun 2020 juga pernah seperti ini, saat itu steroid masih membantu, kali ini tidak. Steroid topikal justru memperburuk kondisi dan membuat kulit terasa terbakar.
Saat ke dokter, dokter menyarankan injeksi biologis, injeksi seharga 6 jutaan sekali suntik itu hanya di-cover di RSCM.
Namun saya memilih tidak mengurus rujukan ke RSCM. Tidak memungkinkan, lebih tepatnya. Prosedur pindah-pindah rujukan bukan hal yang bisa saya tangani, karena prioritas saya saat ini adalah menjadi caregiver orang tua, ART (Anak Rumah Tangga) sekaligus pekerja lepas.
Sejurus kemudian, mata saya tertuju pada Bioskin Gel yang ada di kotak P3K di rumah, dan saya tergerak untuk mencobanya dengan harapan setidaknya dapat meredakan rasa panas pada kulit.
Saat pertama kali dioleskan, sensasi dinginnya membuat kulit terasa lebih nyaman. Yang juga saya syukuri, setelah sekian lama saya akhirnya bisa tidur dengan nyenyak.
Karena kulit saya memberikan respons yang baik, saya memutuskan untuk terus menggunakannya setelah mempelajari kandungannya, yaitu Tea tree oil, Aloe vera (lidah buaya), dan Centella asiatica (pegagan).
Tea tree oil dikenal sebagai minyak esensial yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi.
Aloe vera atau lidah buaya merupakan tanaman yang kaya akan gel alami yang mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan. Kandungan tersebut dikenal membantu melembapkan kulit, menenangkan kulit yang terbakar, serta meredakan iritasi.
Sementara itu, Centella asiatica, yang juga dikenal sebagai Cica atau Gotu Kola, merupakan bahan herbal yang banyak digunakan dalam perawatan kulit karena dikenal memiliki sifat menenangkan kulit, membantu proses penyembuhan luka, serta mendukung regenerasi kulit.
Dua minggu lebih saya memakai Bioskin mendampingi steroid topikal dari dokter, pada momen ini kondisi kulit saya yang sebelumnya mengelupas hingga merah tampak jauh membaik. Hingga akhirnya lepas steroid total dan hanya pakai Bioskin Gel. Kini kulit saya menemukan kesembuhannya. Alhamdulillah.

PT Industri Jamu Borobudur menuliskan fungsi Bioskin Gel adalah obat oles herbal yang bermanfaat untuk menenangkan dan membantu penyembuhan luka bakar ringan, kulit tersiram air panas, gigitan serangga, serta gatal-gatal.
Namun pengalaman saya pribadi, ternyata Allah menjadikannya jalan remisi dari Psoriasis, pendamping dari steroid topikal yang diresepkan dokter. Kulit saya saat ini berada dalam kondisi terbaiknya selama 10 tahun lebih menjadi penyintas Psoriasis.
Saya tetap stok Bioskin Gel hingga saat ini selain untuk jaga-jaga kalau Psoriasis nongol lagi, saya juga pakai untuk sunburn, gatal iritasi dan gigitan serangga.
Supaya yakin dengan kualitas dan masa kedaluarsa yang masih jauh, saya membelinya di toko resmi Jamu Borobudur:
https://s.shopee.co.id/5Apxk8fAYM
Sekali lagi, ini pengalaman pribadi, yang mungkin berbeda hasilnya pada setiap orang. Saya juga tidak menggunakannya pada luka terbuka (sesuai anjuran pada produk).
Semoga apa yang saya bagikan ini bermanfaat.
PS: Pada beberapa testimoni pembelian produk, ada yang membeli Bioskin Gel untuk mengobati jerawat lho!!

***