Perut Kenyang Kantong Senang di Pasar Lama Tangerang

Tanggal 10 November 2018 kemarin, saya bersama teman-teman saya berangkat ke Pasar Lama Tangerang untuk memenuhi sebuah tantangan, yakni membeli makan malam beserta minumannya dengan harga maksimal Rp. 50.000,- saja perorang.

Kami berlima; saya, Ibu Denik, Fahmi, Winda dan Linda berpencar untuk berburu makanan yang pas bagi selera dan keinginan kami malam itu.

Banyaknya pedagang gerobak dan warung tenda di Pasar Lama, Tangerang nyatanya membuat saya cukup galau, hingga saya sempat beberapa kali berkeliling. Pada awalnya saya hendak memesan Sate Pak Haji Ishak yang terkenal itu, namun melihat antrian yang mengular saya mengurungkan niat untuk ikut memesan. Lapar mengalahkan keinginan antri…

Gerobak yang saya sambangi setelah Sate Pak Haji Ishak adalah gerobak nasi kebuli kambing, yang juga menjual roti canai yang disiram kuah kari… kondisi sama, alias antri… kemudian saya kembali berkeliling dan yang pertama kali saya beli justru Kopi Belitung di Kedai Kopi Belitung 81 yang terletak di seberang toko obat Ban An Tong. Kopi dibuat dadakan sehingga rasa kopi Belitung yang kuat tetap terjaga, sebagai pembeli pun, saya terhibur dengan menyaksikan bagaimana para barista menyiapkan kopi susu pesanan saya. 

Setelah kopi dalam genggaman, saya malah urung membeli makanan berat seperti sate atau roti canai kuah kari, karena saya pikir paduan antara kopi belitung dengan roti canai kuah kari sepertinya ngga akan cocok, dua-duanya dominan, nanti kalo mereka berantem khan repot… (#eh)

Kemudian saya ingat, saat memasuki gerbang Pasar Lama saya melihat gerobak roti kukus di sebelah kiri gerbang, langsung saya kembali ke sana dan tergiur melihat binar-binar roti yang sedang dikukus oleh abangnya… Saat menu sudah ditangan ternyata banyak juga pilihan isiannya, mulai dari coklat, strawberry, green tea, nanas, srikaya, keju susu, kacang, cappucino, ovomaltine, nutella, dan oreo. toppingnya pun dapat dikreasikan sendiri sesuai dengan keinginan.

Saya memesannya dengan isian ovomaltine dan dengan taburan oreo diatasnya. Sembari menunggu roti isi ovomaltine, saya melihat ada gerobak ceker mercon yang cukup ramai… ngiler juga, tapi rada jiper saat membaca kata “mercon”, langsung kebayang mulut dan lidah dar der dor macam mercon nikahan… dengan melipir halus dan bertanya pelan (karena takut ditolak), saya bertanya kepada ibu penjual ceker mercon, “Bu, bisa pesan ceker yang ngga terlalu pedas? yang ngga mercon-mercon amat”, saat si ibu mengiyakan, hati saya lega… beuh, macam nembak gebetan aja ya ngga sih…

Si roti kukus isi ovomaltine datang bersamaan dengan ceker mercon yang saya pesan, saya memutuskan memakan ceker mercon terlebih dahulu, karena pastinya ngga enaak kalau sudah agak dingin… tekstur cekernya sudah sangat lembut, bahkan bisa dibilang daging cekernya langsung “lumer” dimulut, kuahnya yang pedas segar juga berhasil membuat saya menghabiskan hingga tetes terakhir… surlp…

Kemudian menyusul roti kukus yang menjadi menu karbo saya malam ini, roti pandan yang dipilih cukup tebal, dan dengan isian ovomaltine yang banyak, hingga saat menggigit roti, ovomaltine lumer keluar… jangan remehkan harganya yang hanya Rp. 13.000, karena hingga saya menulis artikel ini, rasa si roti kukus ovomaltine masih membayang…

Sembari ngobrol dengan Ibu Denik, Fahmi, Winda dan Linda tentang makanan masing-masing, saya menyeruput kopi Belitung yang rasanya persis seperti kopi Belitung yang saya cicipi di tempat aslinya, pas sekali untuk mengurangi rasa kangen akan Belitung yang mungkin baru akan saya sambangi kembali tahun depan.

Balik lagi ke tantangan Rp.50.000 tadi, saya berhasil “ngirit” total jajanan saya hanya Rp. 38.000. Perut kenyang, kantong senang… Kelezatannya juga bikin hati riang..

Jadi jangan sungkan bertandang makan malam di Pasar Lama Tangerang, letaknya di dekat jalan Ki Samaun dekat Tugu Jam, buka setiap malam mulai pukul 15.00 WIB hingga tengah malam…

=====

Kopi Belitung: Rp. 10.000

Roti Kukus Ovomaltine: Rp. 13.000

Ceker Mercon: Rp 15.000

Green Tea: 15.000

Nasi Goreng Ati Ampela: Rp. 18.000

Soto Ayam Santan Rp. 22.000

Bubur Ayam Ko Iyo: Rp. 15.000

Nasi Kebuli:Rp. 25.000

Sate Telur Puyuh: Rp. 6.000

Sari Kacang Hijau: Rp. 8.000

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Katerina says:

    Nggak nyangka di Pasar Lama ada gerobak Kopi Belitung juga. Mujur Tami bisa cicipi kopinya.

    Seneng banget aku baca keseruan kuliner di Pasar Lama ini. Jadi pingin balik lagi kulineran macem2 di sana 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s