Untuk kesekian kalinya saya menulis tentang pengalaman saya dikala hujan.
Pagi ini saya berangkat ke kantor naik ojek dan angkot.
Rintik hujan sempat turun saat saya berada di ojek, kemudian saya meminta “Ya Allah, kalau boleh, aku ingin tidak basah kuyup pagi ini.”
Hujan berhenti.
Saya berpindah naik angkot, kemudian hujan turun derass sekali, air tumpah ruah dari langit.
Saya sempat membatin “Ok, sepertinya saya akan kuyup saat pindah ke angkot berikutnya.”
Tempat ngetem angkot berikutnya itu sedikit berjalan kaki dari pemberhentian angkot yang sedang saya tumpangi, jadi wajar kalau akan basah kuyup dengan situasi hujan sederas itu.
Pak supir kemudian bertanya dimana saya akan turun, dan saya menyebutkan tempatnya dan beliau berbaik hati dengan mengantar saya hingga pintu angkot berikutnya, antar pintu hanya sejarak 3-4 langkah saja.
Di angkot kedua saya tidak berharap banyak, di situasi hujan besar seperti itu penumpang pasti sepi sekali. Dengan keadaan demikian biasanya angkot tidak akan mengantar sampai ujung. Biasanya hal itu ditandai dengan pertanyaan pak supir “Turun dimana dek?”.
Setelah menyebutkan tempat tujuan, beliau berkata “Wah, gimana ya? Penumpangnya hanya adek saja nih. Lihat nanti ya.”
Mendekat ke tujuan, hujan tak kunjung berhenti. Saya sudah bersiap untuk kehujanan kalau pak supir tidak mengantar sampai tujuan.
Namun ternyata pak supir kali ini pun tidak tega saya kehujanan, beliau berkata “Ya sudah, saya putar baliknya di Jl. Khayar saja.”
Jl. Khayar letaknya sekitar 500 meter setelah tempat tujuan saya.
Ternyata pak supir tidak menurunkan saya di pinggir jalan Khayar, beliau mengarahkan kendaraannya masuk ke dalam komplek pertokoan tempat saya bekerja.
Hasilnya, saya tidak kuyup seperti permintaan saya pagi ini.
Ternyata tadi Allah sudah bilang fa yakun.
❤️