Tanggal 17 September 2024 lalu saya berangkat ke daerah Jakarta Pusat untuk mengasupi diri saya dengan sebuah pengetahuan penting tentang kesehatan. Kesehatan memang menjadi salah satu berkah Allah yang harus dijaga, bahkan Rasulullah pernah bersabda “Barangsiapa bangun di pagi hari dengan badan sehat dan jiwa sehat pula, dan rezekinya dijamin, maka dia seperti orang yang memiliki dunia seluruhnya.”
Tema yang diusung pada acara kali ini memang hal yang menjadi pondasi kesehatan, yaitu malnutrisi, tepatnya bertajuk ‘Wujudkan Indonesia Sehat dengan Cegah Malnutrisi Sedari Dini’. Nah, di artikel ini saya mau share ilmu yang saya dapatkan pagi tadi agar pengetahuannya bisa menyebar ke lebih banyak orang.
Tahu nggak, kalau saat ini malnutrisi di Indonesia merupakan masalah kesehatan yang memprihatinkan, terutama pada anak-anak dan ibu hamil. Bisa disebut prihatin karena Laporan Survei Kesehatan Indonesia dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa, angka nasional prevalensi stunting tahun 2023 sebesar 21,5 persen, alias hanya turun 0,1 persen jika dibandingkan tahun 2022.
Sangat minimnya penurunan itu, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang tertinggi di Asia Tenggara untuk urusan stunting. Bukan hanya stunting, bahkan kasus malnutrisi di Indonesia menduduki peringkat ketiga di Asia Tenggara menurut laporan Food and Agriculture Organization (FAO).
Nah, karena ternyata Indonesia masih darurat malnutrisi, maka dalam rangka Malnutrition Awareness Week/MAW, Perhimpunan Nutrisi Indonesia (Indonesian Nutrition Association/INA) berinisiatif mengadakan Media Workshop dengan tema Wujudkan Indonesia Sehat dengan Cegah Malnutrisi Sedari Dini yang didukung oleh Nutricia Sarihusada serta Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, tanggal 16 sampai 20 September 2024.
Malnutrition Awareness Week ini merupakan acara yang diselenggarakan oleh American Society for Parenteral and Enteral Nutrition (ASPEN) sejak 2017.
Apa sih Bedanya Stunting dan Malnutrisi?
Awalnya saya pikir sama, ternyata tydac sesimpel itu…
Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi yang terjadi dalam jangka waktu lama (kronis) atau berulang pada 1000 hari pertama kehidupan anak (mulai dari awal kehamilan hingga usia 2 tahun).
Sementara malnutrisi terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan mereka, tanpa memandang usia mereka.
Nah tapi (tapi lagi nih), di sini saya juga baru tahu kalau malnutrisi bukan hanya kekurangan gizi. Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB mengatakan bahwa malnutrisi menurut WHO adalah kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan dalam asupan energi maupun nutrisi seseorang.
Dampak fisik dari malnutrisi ini adalah berbagai gangguan biologi, termasuk diantaranya penurunan imunitas, kekuatan otot, kemampuan berpikir, gangguan fungsi jantung dan masih banyak ragam gangguan kesehatan lainnya.
Prof. Ari juga menerangkan bahwa sering terjadi underdiagnosis, seseorang tidak menyangka bahwa dirinya malnutrisi sehingga terlambat ditangani, “Ini berdampak pada kegagalan dalam proses penyembuhan dan berujung pada peningkatan morbiditas dan kematian.” jelas Prof. Ari.
Malnutrisi Bukan Hanya Masalah Individu Melainkan Masalah Bangsa
Satu informasi baru juga bagi saya, di sini saya baru tahu kalau 21 juta masyarakat yang setara 7 persen dari total populasi penduduk Indonesia, menderita kekurangan gizi dengan asupan kalori per kapita harian di bawah standar Kementerian Kesehatan, yang sebesar 2.100 kkal.
Presiden Indonesian Nutrition Association, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K) mengatakan, “Malnutrisi jika tidak dikenali dan diobati bukan hanya dapat memperburuk kondisi kesehatan, namun jika meningkatkan risiko kematian serta memiliki konsekuensi ekonomi yang signifikan, seperti peningkatan biaya rawat inap dan rehabilitasi.”
Nah konsekuensi ekonomi ini yang akhirnya menjadi tanggungan masyarakat, karena biayanya diambil dari pajak yang dibayarkan. Padahal andaikan 21 juta masyarakat tersebut tidak malnutrisi, dananya bisa digunakan untuk hal lain, untuk sektor pendidikan, misalnya.
Namun dibalik besarnya permasalahan malnutrisi di Indonesia, ada hal yang melegakan juga, karena salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah senang bergotong royong. Tak heran jika kemudian banyak kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi masalah malnutrisi di Indonesia.
Seperti workshop Pekan Sadar Malnutrisi yang saya hadiri kali ini, Indonesian Nutrition Association tidak bekerja sendiri, melainkan juga didukung oleh Nutricia Sarihusada serta Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Nutricia Sarihusada serta Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia merupakan pelopor pendidikan kesehatan di Indonesia guna memberikan edukasi atau sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak dan pencegahan malnutrisi di Indonesia melalui asupan gizi seimbang sedari dini untuk mewujudkan Indonesia sehat.
Pada workshop ini, Medical & Scientific Affairs Director Nutricia Sarihusada, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH mengajak kita semua untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan malnutrisi. Dr. Ray juga menyebut bahwa Nutricia Sarihusada telah berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mencegah malnutrisi melalui berbagai produk nutrisi, riset dan inisiatif sosial.
Jika kali ini Indonesian Nutrition Association bekerja sama dengan Nutricia Sarihusada serta Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia untuk membuat workshop berisi ilmu yang daging banget guna pencegahan malnutrisi, kemudian dilanjutkan dengan saya yang meneruskan informasi ini kepada kamu, sekarang saya ajak kamu untuk ikut berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia sehat dengan mencegah malnutrisi sejak dini.
Bagaimana Caranya agar Tidak Mengalami Malnutrisi?
Malnutrisi dapat diatasi dengan menjalankan pola makan yang tepat dan teratur. Pastikan kamu mengonsumsi beragam jenis makanan yang memiliki nutrisi secara seimbang.
Karena malnutrisi bisa berupa kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan dalam asupan energi maupun nutrisi, maka perlu untuk memastikan kondisi kesehatan ke dokter. Untuk menegakkan diagnosa, dokter akan menanyakan gaya hidup dan pola makan yang kamu jalani serta sakit yang kamu derita.
Dari diagnosa tersebut, dokter akan memberikan saran diet yang bisa kamu jalani. Di sini dr. Luci juga meluruskan pemahaman umum yang menyebut bahwa diet adalah menguruskan badan, “Itu salah, diet itu adalah pola makan yang cara dan jenis makanannya diatur sesuai dengan kebutuhan seseorang.” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa sangat penting untuk berkonsultasi dulu dengan dokter agar tidak keliru penanganannya, serta tidak menerapkan jenis diet yang ramai di masyarakat tanpa mengetahui kondisi kesehatan kita sebenarnya.
Selain itu, tidak mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral tanpa anjuran dokter. Hal ini karena sebelum mengonsumsi suplemen, perlu untuk memastikan jumlah dosis yang tepat sesuai dengan kondisi kamu saat ini.***
#INAMAW2024 #NutriciaSarihusada #GiziSeimbangCegahMalnutrisi #ASPENMAW24



Miris bacanya, banyak anak yang malnutrisi karena kesulitan ekonomi jadi orangtua sulit menyediakan makanan bergizi ya, ada juga orangtua yang berkecukupan jadi kurang informasi tentang makanan bergizi seimbang..semuanya harus dibantu dan diberikan edukasi
SukaSuka
Data 21 juta masyarakat Indonesia mengalami malnutrisi sungguh memprihatinkan. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan fisik, tapi juga menghambat potensi intelektual generasi muda. Perlu upaya serius dari semua pihak untuk mengatasi masalah ini, mulai dari penyediaan makanan bergizi, edukasi gizi, hingga perbaikan sanitasi.
SukaSuka
acaranya pasti seru banget ya Mba pastinya dapat ilmu banyak soal malnutrisi dan semoga dengan semakin banyak program sosialasi dan edukasi seperti ini semakin mengurangi malnutrisi di Indonesia
SukaSuka
sedihnya kalau ada yg menganggap enteng stunting padahal punya efek buruk. Gak hanya kurang tinggi badan tapi juga berpengaruh besar ke kecerdasan anak.
Malnutrisi bisa terjadi pada orang dewasa yaa misalnya ada orang yg kurang asupan zat besi, kalium, dll.
SukaSuka
Perlu kesadaran soal nutrisi ini. Soalnya memang banyak kan yang lebih ngambil cara cepat buat memenuhi rasa laparnya… Ya aku juga sih terkadang. wkwk. Kaya serat aja, masyarakat kita kesadaran kebutuhan serat juga masih kurang.. Kesadaran buat makan sayur pun juga.
Semoga dengan adanya event-even seperti ini bikin kita lebih sadar soal asupan nutrisi… Ya boleh makan Mie tapi dilengkapi juga kebutuhan lainnya. Kaya serat, dll..
Soal diet pun, masyarakat kita suka yang ikut-ikutan gitu tuh… Langsung diet ketat yang jatuhnya dietnya sembarangan. Padahal kalau diet serba asal malah jatuhnya rugi sendiri karena bersiko muncul penyakit lain…
SukaSuka
Iya, gak hanya mengaku2 dokter tapi ahli gjzi pun ada ya yg abal2. Akses informasi yang benar memang mesti ada nih, agar tersampaikan dgn tepat ke yg membutubkan. Aku aja bisa jd mengalami malnutrisi nih, pdhal bs akses info. Apalagi mrk2 yg sulit mendapatkan info yg benar.
SukaSuka
Miris banget ya banyak penderita kekurangan gizi di negeri gemah ripah loh jinawi ini karena banyak yang tak mampu beli makanan bergizi, banyak juga yang kekurangan ilmu tentang gizi seimbang..
SukaSuka
tes
SukaSuka
Zaman sekarang emang makin banyak diet aneh2 yang gak ada guidelinesnya secara jelas tapi krn banyak influencer yang lakuin akhirnya ditiru deh. padahal kalau salah bisa menyebabkan malnutrisi.
Kyknya emang bukan hanya kemiskinan yang jadi penyebab malnutrisi melainkan karena kurang edukasi ya.
Edukasi kyk kampanye mencegah malnutrisi ini kudu sering2 dilakukan supaya bikin aware masyarakat yaa.
SukaSuka
Nah, iya bener. Aku setuju sama mba April. Bukan hanya karena faktor kemiskinan. Melainkan ada informasi yang kurang benar. Berhubung yang menyampaikan ini followersnya besar atau terkenal, jadi orang mikirnya hal tersebut bener.
Mesti gencar edukasi terkait malnutrisi dan bahaya diet sembarangan tanpa memperhatikan kecukupan gizi.
Semoga saja semakin meningkatkan kesadaran banyak pihak ya.
SukaSuka
Stunting dan malnutrisi masih jadi peer banget ya di negara Indonesia , semoga dengan adanya edukasi seperti ini bisa menambah wawasan khususnya orang tua yg mempunyai buah hati untuk lebih memperhatikan soal gizai dan nutrisi pada masa pertumbuhan anak
SukaSuka
Melihat dampaknya yang sangat menyeramkan memang malnutrisi ini harus segera diberantas
Jangan sampai menjadi permasalahan negara seperti stunting yang sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah
Sosialisasi dan advokasi terkait malnutrisi semoga terus ditingkatkan ya
Khususnya bagi masyarakat di daerah
SukaSuka
Bener banget sosialisasi harus bisa sampai ke daerah-daerah karena itu yang lebih penting..karena untuk perkotaan saya rasa lebih mudah untuk mendapatkan informasi tapi di daerah biasanya susah untuk mendapatkan informasi apalagi di daerah terpencil yang kadang susah dijangkau dengan transportasi
SukaSuka
Bermanfaat sekali memberikan informasi yang benar terkait malnutrisi. Karena selama ini aku pikir anak yang malnutrisi itu adalah anak yang kurus, ternyata overweight juga bisa malnutrisi.
Dan lagi, gak hanya terjadi kepada anak, orang dewasa pun, bisa.
SukaSuka
acaranya seru banget. kita banyak dapat ilmu. makanya pemerintah mengadakan makan siang gratis yaa utk anak2 biar bisa mengurangi malnutrisi ini.
SukaSuka
Malnutisi, stunting memang jadi PR semua, bahkan bangsa. Aku sendiri saat ini mulai konsunsi vitamin, berusaha makan makanan bergizi. Soalnya aku juga mau punya anak yang sehat. Informasi kaya gini kudu banget disebarluaskan biar bisa sama-sama mengatasinya
SukaSuka
Angka prevalensi stunting dalam waktu 1 tahun hanya turun 0,1%?
Wih padahal sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan angka stunting ini ya.
Eh ini adalagi soal malnutrisi. Semoga dengan kegiatan seperti ini, makin banyak masyarakat yang memahami soal malnutrisi, dan turut berperan untuk mencegahnya
SukaSuka
semoga sosialisasi seperti ini berkelanjutan ya, karena penting untuk menginformasikan sekaligus jadi edukasi juga kepada masyarakat tentang Malnutrisi secara lebih mendalam
SukaSuka
Sepertinya memang malnutrisi banyak terkadi karena pemahaman yang masih kurang. Masih banyak yang berpikir makan yang penting kenyang. Padahal nutrisinya minim. Ada juga yang merasa pola makan bergizi itu mahal. Padahal kan bisa pilih bahan yang murah meriah.
SukaSuka
Ternyata turun berat badan secara cepat dalam periode waktu yang singkat, saat diet juga bisa masuk kategori malnutrisi. Pola makan yang salah juga bisa menyebabkan malnutrisi, ternyata banyak penyebabnya.
SukaSuka
Kebayang yaah..pemerataan layanan kesehatan untuk negara sebesar Indonesia ini.. semoga dengan adanya Malnutrition Awareness Week, kita semua bisa meningkatkan kepedulian dalam memberikan asupan nutrisi yang baik untuk keluarga.
Edukasi yang bagus dan sangat bermanfaat banget.
Aku kerasa pas bagian diet sii..
kerasa pingin kurus, tapi jadi jarang makan. Padahal makan mah kudu yaa..apalagi menunya yang seimbang. Ga hanya asal kenyang.
SukaSuka
Semoga dengan adanya kegiatan ini, semakin banyak masyarakat Indonesia yang teredukasi soal malnutrisi ini, sehingga dapat menurunkan malnutri di Indonesia, dan generasi muda di Indonesia makin sehat
SukaSuka
omg! 21 jiwa mengalami malnutrisi? Sungguh ini adalah hal yang memprihatinkan ya
harus ssegera diatasi, terutama malnutrisi di kalangan anak anak
karens ini bisa mengancam tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa ya mbak
SukaSuka
Menyedihkan sih ini, malnutrisi masih melanda 21 juta masyarakat Indonesia, apa kabar dengan generasi emas di masa mendatang. apalagi sampai berdampak hingga mempengaruhi fisik dan intelektual kan ya.
Salut banget ada acara yang selalu mengedukasi masyarakat agar menyadari pentingnya nutrisi untuk anak
SukaSuka
Sungguh memprihatinkan mengetahui masih ada 21 juta masyarakat Indonesia yang mengalami malnutrisi. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga menghambat potensi intelektual mereka. Sebagai warga negara, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengatasi masalah ini. Mari mulai dari lingkungan terdekat kita, dengan memberikan edukasi tentang gizi seimbang, mendukung program pemerintah, dan berdonasi untuk organisasi yang fokus pada perbaikan gizi. Setiap tindakan kecil kita dapat membawa perubahan besar.
SukaSuka
Berarti diet tuh bukan hanya saat kita kebetulan obesitas dan ingin menurunkan berat badan ya, Kak. Cuma, apakah kita tuh malnutrisi atau nggak kan emang sulit mendeteksinya secara biasa. Perlu saran dan pemeriksaan dari dokter juga.
SukaSuka
betul mbak… diet itu artinya pola makan, ternyata banyak ya yang keliru selama ini… aku juga begitu…
SukaSuka
Miris banget ya mbak Indonesia ada di posisi tertinggi di Asia untuk kasus malnutrisi. Yang mencengangkan ternyata ada juga ya malnutrisi diderita oleh orang yang mampu, Semoga dari edukasi ini makin banyak orang aware dan bisa menurunkan angka malnutrisi
SukaSuka
Aamiin …
SukaSuka
Kesadaran masyarakat mestinya bisa ditingkatkan lagi ya. Diluar dari sisi ekonomi yang membelit, juga masyarakat harusnya bisa memilah makanan mana yang bernutrisi, dan makanan apa yang minim nutrisi.
Contoh, kalau ada uang 5.000, orang kita cenderung beli mie instan. Padahal yang bergizi tinggi, itu kan tempe dan tahu. Hal sesederhana itu yang mestinya diajarkan juga sejak dini.
SukaSuka
Setuju banget, sebetulnya tetap bisa mengusahakan real food… selain itu juga bisa pilih yang lokal, misalnya, daripada salmon yang mahal, bisa pilih ikan kembung.
SukaSuka
Aku juga sering denger sih, agar pola makan baik sehingga tidak mengalami kelebihan nutrisi maka sebaiknya konsultasi ke dokter. Kadang suka bingung kan, mau konsultsi kemana agar bisa memperoleh informasi pola makan yang sehat. Jadi asal diet dan minum segala macam obat, padahal hasilnya malah jadi nambahin penyakit. Semoga saya makin banyak dari kita2 yang dapat informasi benar mengenai gizi yang baik agar tidak mengalami malnutrisi ya
SukaSuka
untuk ini bisa ke spesialis gizi, mbak… tentunya yang ada di fasilitas kesehatan terdekat ya. Karena tidak jarang ada oknum tertentu yang mengaku ahli gizi, padahal mau jualan suplemen mahal aja, dan mereka nggak bisa memperlihatkan lisensinya. Kalo yang ada di RS, insya Allah sudah memiliki ijazahnya…
SukaSuka
Sebenernya, suplemen itu kan produk kimia juga yaa.. Seandainya dikonsumsi dalam waktu lama gitu aman kah?
Gak cuma suplemen kesehatan tubuh, tapi juga suplemen agar kulit halus dan macem-macem.
Tapi kalo ngliat orang Korea, pagi-pagi kudu banget minum suplemen sama probiotik.
Jadi, penting sekali menerapkan pola diet yang tepat agar gak malnutrisi.
SukaSuka
Sedih dehhh ternyata Indonesia masih masuk dalam daftar dengan kasus staunting yg tertinggi di Asia Tenggara ..gak salah rasanya kalo ini menjadikan banyak baliho cegah stunting terlihat dimana2…
Dan juga ternyata malnutrisi gak hanya karena kekurangan nutrisi tapi kelebihan nutrisi juga bisa disebut sebagai malnutrisi…
Semoga bangsa kita semakin aware untuk menjaga pola hidup sehat untuk kehidupan yang lebih baik bebas dari stunting dan malnutrisi
SukaSuka
Sedihnya yg malnutrisi ini bukan hanya yg kurang mampu tapi ada yg dari kelas menengah tapi males. Jadi anak dikasih makan mie instan plus nasi tanpa lauk apa2. Atau malah dikasih susu botol terus tanpa makan padahal usia udh 1 tahun ke atas.
padahal stunting dampaknya banyak. Gak hanya bikin tubuh bogel tapi juga berdampak ke kecerdasan anak.
SukaSuka
Iya, memang harus diberikan pemahaman dan kesadaran dulu sih, setelah itu baru akan menjalankan pola hidup sehat dengan sendirinya…
SukaSuka
malnutrisi ternyata masih menghantui ya. Pemberian gizi yang tepat dan sesuai kebutuhan sangatlah penting untuk melawannya. Karena ternyata selain masih banyak yang kurang gizi. Yang kebanyakan gizi juga ada ya
SukaSuka
Iya, malnutrisi artinya memang nutrisi yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh… bisa kurang atau malah kelebihan…
SukaSuka
eh jadi tahu kalo malnutrisi itu bukan hanya kekurangan gizi, tp juga termasuk kelebihan atau gizi yg tidak seimbang 👍. Dan ternyata bisa aja terjadi pada dewasa juga ya mba.
aku JD lebih hati2 untuk memilih makanan kalo begini. Selama ini juga berusaha banget utk bisa mencukupi Karbo, protein dan serat. Walopun kadang aku ga yakin juga udh sesuai utk kebutuhan tubuhku atau ga. 😔.
thank you sharingnya mba. Tema malnutrisi ini bukan sepele yaa, Krn efeknya juga bisa fatal kalo tidak ditindaklanjuti.
SukaSuka
Betul mbak, ternyata masalah nutrisi itu cukup kompleks, kalau kita abai, efeknya akan muncul satu demi satu seiring usia…
SukaSuka
nah iyaaa. Secara aku punya impian utk bisa terus traveling di usia tua. Artinya, sejak skr pola makan di jaga, rutin workout beban biar massa otot terjaga. Tapi massa otot ga bisa hanya dr workout, juga hrs dari nutrisi makanan yg mengandung protein. Makanya pelan2 kalo masak, aku perhatiin banget kandungan protein dll di masakan ku. Jangan sampe LBH banyak Karbo misalnya.
SukaSuka
Wih banyak juga ya mbak peserta workshopnya. Seru juga bisa update masalah kesehatan di Indonesia dengan ikut kegiatan kayak gini. Emang mengenaskan kalo melihat data-data malnutrisi di Indonesia, faktor ekonomi dan pendidikan kayaknya pegang peran penting banget kenapa masih banyak masyarakat masnutrisi di negara kita. Sampe masih dikasi label darurat malnutrisi. Hiksss..
Semoga makin banyak yang speak up makin banyak juga yang sadar tentang issue ini.
SukaSuka
sedih kalau melihat berita mengenai gizi anak-anak yang kurang, bahkan disorot sampe media internasional.
Memang biasanya yang menjadi permasalahan yaitu dari sisi ekonomi, tapi setidaknya kita lapor juga ke pihak berwajib atau yang punya hak menangani masalah gizi, supaya mendapatkan penanganan maksimal
apalagi kalo soal diet, jadi inget sama temen sendiri, yang nekat diet ketat, ujung-ujungnya perutnya sakit dan nyerah juga
SukaSuka
Iya memang salah satu faktornya adalah masalah ekonomi, tapi sebetulnya bisa juga diatasi dengan memilih real food lokal yang diolah dengan baik…
SukaSuka
setuju mba dengan memilih real food lokal, tapi mungkin balik lagi ke personal keluarga itu ya mbak, kadang ada orang tua mungkin yang enggan repot ya. Hiks, padahal kalau orang tua sungguh-sungguh inginmemberikan yang terbaik buat anaknya, dengan berusaha sedikit aja, mungkin akan meminimalisir malnutrisi terjadi
SukaSuka
Sangat bermanfaat serta menambah wawasan sekali pembahasan terkait malnutrisi ini mba. Bahkan data terkait malnutrisi di negeri kita cukup memprihatinkan juga ya.
Perlu banget nih event seperti yang mba ikuti diadakan secara berkala di seluruh kota supaya semakin banyak lagi masyarakat teredukasi dengan baik dan makin care buat jaga asupan makan dan gizi seimbang.
Bener banget, kalau mau diet memang mesti konsultasi sama ahli gizi dan expert supaya tidak terjadi malnutrisi saat proses melakukan diet.
SukaSuka
Setujuuu,,, semoga semakin sering diadakan event seperti ini ya…
SukaSuka