Suatu hari, saat waktunya kontrol dokter untuk manage efek samping obat imatinib, di sebelah saya ada seorang pasien pria (mungkin usianya sekitar 30an). Ia sedang repot dengan kondisinya sendiri.
Saya memberanikan diri bertanya kepada pendamping pasien, beliau sakit apa.
Si pendamping menceritakan bahwa si pria terkena kanker lidah. Dikira sariawan, namun kok tidak sembuh-sembuh, saat diperiksa ternyata kanker pada 2/3 bagian lidahnya.
Satu-satunya solusi dari dokter onkologi adalah mengangkat lidah yang terkena kanker tersebut karena tergolong ganas.
Sejak itu ia tidak bisa berbicara, bahkan tidak sanggup menelan ludahnya sendiri. Makan pun harus melalui selang.
Saya terpaku beberapa saat, dan hampir-hampir meneteskan air mata didepan dia.
Saat itu juga, Allah berikan cermin besar, saya termenung dan berpikir tentang kejahatan, dosa, kekhilafan yang sudah saya lakukan dengan lidah saya. Tak terhitung.
Astaghfirullahaladzim.
Semoga Allah berkenan mengampuni saya.
Mohon maaf lahir batin, teman-teman.
Mohon maaf lahir batin.