Menjadi Indiana Jones: Prasasti Ciaruteun

Tak jauh dari Prasasti Kebun Kopi yang saya ceritakan sebelumnya, terdapat Prasasti Ciaruteun yang letaknya diantara perumahan penduduk. Untuk menuju kesana, saya beserta teman-teman Sahabat Museum dan Pak Dwi harus melewati jalan setapak berkelok-kelok beberapa puluh meter masuk kedalam perumahan penduduk. … Lanjutkan membaca Menjadi Indiana Jones: Prasasti Ciaruteun

Melancong ke Leebong

Penasaran dengan Pulau Leebong yang digadang-gadang dengan kategori luar biasa di Trip Advisor, Melanconglah saya dan teman-teman ke Leebong… Singkat kata, sesampainya kami di Pulau Leebong, kami yang kelaparan langsung menuju gazebo rumah makan dimana surga kedua dihari itu terhampar di meja makan. Sengaja saya mengambil semuanya serba sedikit, meniru kebiasaan chef-chef pada acara lomba masak di televisi… Dicobain dulu serba sedikit, setelah itu makan yang paling enak.. Tapi ternyata lidah saya bilang, semuanya enak, jadi nambah deh dengan suka hati.. Ada kepiting goreng kering, tumis kangkung, ayam goreng, cumi goreng tepung, ikan bakar kecap dan bakso ikan plus pepes … Lanjutkan membaca Melancong ke Leebong

Dunia Lain itu Bernama Leebong

Mendengar Belitung, pasti semua orang langsung teringat akan Laskar Pelangi, atau malah ingat akan tokoh-tokoh politik yang nge hits banget beberapa bulan terakhir.. Tapi Belitung bukan hanya Kopi Mangar yang sudah melegenda ratusan tahun, Laskar Pelangi dengan Ibu Muslimah-nya, maupun Danau Kaolin yang menyerupai pemandangan gunung es di Islandia. Hari itu saya bersama teman-teman saya berangkat menuju Belitung khusus untuk mencicipi surga baru di selatan Tanjung Pandan. Mendengar rekomendasi ngga ubahnya seperti mendengar gosip saja, pembuktian itu perlu.. Waktu Tempuh Hanya membutuhkan satu jam penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara H.A.S Hanandjoeddin. Setelah mampir sebentar di warung kopi legendaris Kong … Lanjutkan membaca Dunia Lain itu Bernama Leebong

Intermezzo MeZZa Resto

Terik hari itu membuat saya melipir ke MeZZa Resto and Cafe… yang pertama kali dipesan, tentu saja minuman segar pelipur terik cuaca yang masih bertengger di badan. Terik hari itu benar-benar membuat saya linglung, hingga nanya bisa bilang “Pesan minuman … Lanjutkan membaca Intermezzo MeZZa Resto

Anak Kolong Tangga, Museum yang Jarang Orang Tahu di Yogyakarta

Bangun pagi kali itu saya belum berpikir hendak pergi kemana, padahal itu adalah hari kedua solo traveling saya ke Kota Gudeg. Agak mutung, rencana tandem paralayang gagal karena arah dan kecepatan angin sedang tidak mendukung. Dengan bibir manyun 2 senti, … Lanjutkan membaca Anak Kolong Tangga, Museum yang Jarang Orang Tahu di Yogyakarta

Ngeteng ke Gunung Padang

Seringkali,  yang dadakan itu justru kesampaian.  Seperti kali ini, ngerencanainnya ngga jauh-jauh hari.. Dan cuma punya itinerary: ke Gunung Padang dan berangkat naik kereta… Ngga pake jam mikirin jam berapa sampai titik A atau titik B.  Gimana ntar aja..  Kereta Titik awal kami adalah Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Bogor. Perjalanan 2 jam yang ngga pake mahal.. 4000 rupiah saja.  Sesampainya kami di Stasiun Bogor, kami menyeberang ke Stasiun Paledang, stasiun khusus KA Pangrango… Tapi tiket sold out, gagal lah rencana kami untuk berangkat secepat kilat ke Lampegan dengan mencicipi kereta yang cukup jadul berbahan bakar diesel itu..  Sambil rada manyun,  kami menyeruput mie … Lanjutkan membaca Ngeteng ke Gunung Padang

Pelebon; march to lead the way to Heaven

Pelebon, a cremation for the royals in Bali. The difference between Pelebon and Ngaben is the social status of the late person. Last Sunday I was lucky to experience the ceremony by myself. In 2013, Saren Ubud Temple also held cremation ceremony for the Queen, this time the cremation held for the Prince who passed away last month. Last month? Yes, he passed last month in his sickness, this is common in Bali and Tana Toraja (Part of Sulawesi). The body is balmed with formaline before held proper funeral. Quiet different from common funeral all over the world which choose … Lanjutkan membaca Pelebon; march to lead the way to Heaven