Simpel, 3 Tips Sehat dan Bugar Ditengah Mobilitas Tinggi di Masa Pandemi

Berkecimpung di dunia pengajaran adalah hal baru yang saya lakoni di satu tahun terakhir ini, mulai dari sebagai praktisi video produksi sampai sebagai asisten trainer video production mastery. Tidak hanya di Jabodetabek, tapi juga di Bandung, Balik Papan, Ambon, Yogyakarta dan tempat-tempat lainnya di seluruh Indonesia. Praktek, ngajar sambil jalan-jalan. Sekali dayung dua tiga hobi terlampaui.

Aktivitas baru saya ini saya sadari jauh lebih menguras tenaga daripada aktivitas saya sebelumnya (sebagai pekerja kantoran di tengah kota Jakarta). Training video production mastery ini bukan hanya memberikan training video editing yang hanya memerlukan laptop dan aplikasi editing, namun juga termasuk pengenalan dan pemakaian alat. Kamera, lighting, angle, dekorasi, dan banyak lagi lainnya.

Sesi Training Video Production Mastery PresentaEdu (dok. pribadi)

Dibalik kesenangan akan aktivitas baru saya ini, terselip tantangan menjaga kebugaran tubuh. Bagaimana menjaga agar tubuh tidak hanya sehat namun juga bugar.

Karena kunci dari semua sesi training adalah sehat dan bugar. Apalagi dimasa pandemi ini, bersin saja membuat orang lain tidak nyaman.

Nah, untuk hal ini saya punya 3 tips untuk sehat dan bugar. Yuk lanjut disimak.

1. Jadwalkan waktu yang 24 jam dengan baik

Bagi saya yang banting stir dari pekerja kantoran dibelakang meja menjadi praktisi, awalnya memang pusing dalam menyesuaikan jadwal.

Jika sebelumnya saya hanya bekerja di satu tempat, saat ini saya menjadi pekerja fleksibel alias freelancer; video editor, asisten trainer, subtitler, pengisi suara dan product development sebuah produk digital.

Rasanya kepala saya ini ada switch mode-nya. Kapan disetel sebagai video editor, kapan disetel sebagai dubber, kapan disetel sebagai subtitler, dan kapan harus disetel sebagai product development yang mengurus strategi sampai hal teknis di website.

Untuk sekian hal itu, 24 jam harus cukup namun dimasa pandemi ini, istirahat adalah hal yang prioritas. Saya tidak boleh ngoyo hingga mengorbankan waktu me time alias waktu istirahat saya.

Kalau dulu saya ‘rajin’ lembur, sekarang lembur is a big no no.

Jadwal saya dalam 24 jam itu harus ada: ibadah dan istirahat.

Ah ya, ini berhubungan dengan kalimat Rasulullah; “Istirahatkanlah dirimu dengan shalat” maka sebetulnya menjadikan ibadah sebagai waktu kita beristirahat dari kepenatan adalah nomor satu, yang nomor keduanya adalah tidur, dan nomor kesekiannya adalah berleha-leha dengan cara yang lain seperti berlibur atau main game.

Setelah istirahat barulah bekerja dengan hati bernyanyi. Meskipun pekerjaan saya beragam dan terkesan serabutan (karena banyak), tetapi hati saya happy. Bagaimana nyusun waktunya? Itu sih pinter-pinternya nego sama yang ngasih kerjaan… hehehe…

Which favor of My Lord will I deny?

2. Tetap olahraga

Olahraga adalah hak tubuh untuk diperlakukan secara baik. Namun adanya pandemi Covid-19 ini saya jiper juga olahraga di gym.

Karena sudah rutin yoga sejak tahun 2014, akhirnya saya putuskan untuk stop ke gym selama pandemi ini. Yoga dilakukan di rumah dan di tempat kerja.

Minimal Hatha yoga, karena gerakannya sederhana dan diimbangi dengan olah nafas. Hatha yoga ini juga bermanfaat untuk untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh dan mengurangi stress berlebih.

Hatha yoga ini sangat bisa dipraktekkan saat sedang dalam perjalanan, misalnya saat berhenti di rest area tol ke luar kota.

3. Jaga Asupan

Asupan itu ada 2 hal: Asupan ke pemikiran dan asupan untuk tubuh

Semua pasti sering mendengar “Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Yes, itu betul sekali, bukan hanya lip service.

Kita harus mengelola apa yang kita pikirkan. Pikirkan hal positif, masukkan informasi yang positif kedalam pemikiran kita (jauhi gosip artis, dan tayangan tidak mendidik lainnya). Tayangan mendidik bukan hanya untuk anak-anak, kita yang sudah melewati usia anak-anak juga memerlukannya demi kemaslahatan pemikiran kita. Iya khan?!.

Kelola stress, bukan berarti kita cuek dengan masalah yang tengah dihadapi namun harus yakin bahwa setiap masalah ada solusinya.

Saya ingat sekali saat saya lebih fokus kepada masalah daripada mencari solusi, hasilnya kesehatan saya drop. Padahal mungkin saja solusinya sudah didepan mata, Cuma tidak terlihat karena terselimuti ‘kabut stress’.

Asupan kedua adalah asupan untuk tubuh kita.

Menurut penelitian yang dilansir oleh US National Library of Medicine, 80 persen sel imun berada di saluran pencernaan. Inilah alasan mengapa kita harus memperhatikan asupan makanan dan minuman kita, Termasuk memilih makanan yang cocok bagi tubuh kita. Makan minum bukan hanya harus halal tapi juga harus baik bagi tubuh.

Sejak beralih profesi, saya menjaga asupan makanan saya. Banyak hal yang kemudian dihindari seperti gorengan. Semua itu demi tubuh yang fit, tidak mudah terserang batuk atau sakit tenggorokan.

Begitu pun minuman, saya lebih memilih mengkonsumsi yang sudah pasti khasiatnya seperti jamu. Namun berhubung aktivitas dan mobilitas yang cukup tinggi, saya tidak mungkin mendapati mbok jamu dimana saja.

Untungnya sekarang sudah zamannya jamu masuk kantong alias sachet, minum jamu di mobil atau di pesawat bukan hal yang tidak mungkin lagi.

Sekali berangkat training di suatu tempat, Herbadrink pasti termasuk dalam list packing. Seperti training kemarin di Yogyakarta atau training sebelumnya di daerah Parung Bogor.

Biasanya kalau ke luar kota, akomodasi yang digunakan adalah pesawat, tetapi ke Yogyakarta kemarin kami memilih jalan darat saja dengan mobil pak bos lewat tol Batang yang sempat hits waktu awal dibuka lebaran tahun lalu.

Seperti setiap training, perjalanan plus pekerjaan di Yogyakarta ini melelahkan namun menyenangkan. Untuk menyiasati tubuh yang lelah, saya meminum Herbadrink Sari Temulawak.

Minum Sari Temulawak sambil menikmati sawah menguning berlangit biru (dok. pribadi)

#KebaikanAlamiHerbadrink Sari Temulawak memiliki beragam khasiat, terutama untuk meningkatkan stamina dan fungsi pencernaan, sehingga lelah bisa lekas hengkang dari tubuh saya. Malam hari diminum hangat agar bisa sekaligus mengusir masuk angin, sementara di siang hari yang panas membara sari temulawak enak banget dikonsumsi dingin dengan es. Nyess gitu.

Enaknya lagi, selain kemasannya yang praktis dan tinggal seduh, Herbadrink Sari Temulawak ini tanpa endapan karena diproduksi dengan teknologi tinggi.

Jadi tidak ada tuh cerita, lagi enak-enak nyeruput, eh mendadak tenggorokan seret gara-gara endapan.

Hal lainnya lagi, Herbadrink mudah diperoleh, kalau saya sih lebih suka beli di official online store nya. Mendapati Herbadrink semudah klik di handphone, kapan saja dimana saja.

Saya sudah pesan, kamu kapan?

#KebaikanAlamiHerbadrinkReview

#RealReview

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.