Belitung, Bali Baru Satu Jam Dari Jakarta

Jum’at siang kemarin sebetulnya kondisi tubuh mulai kurang fit akibat radang tenggorokan namun demi Belitung, saya bergegas menuju pool bus menuju Soekarno-Hatta dan turun di terminal 2D untuk check-in, naik maskapai merah yang baru saja membuka tujuan penerbangan ke Belitung.

Baca juga Dunia Lain itu Bernama Leebong

Penerbangan dari Bandar Udara Soekarno-Hatta ke Bandar Udara HAS Hanantadjoeddin hanya satu jam saja, kalau buat saya sih ibarat baru memejamkan mata eh sudah dibangunkan karena sudah sampai, hihihi…

Itu kejadian aseli yang saya alami kemarin, pengen molor sedikit karena badan greges, eh belom molor udah sampe… Iya, segitu dekat Belitung itu sebetulnya dari Cengkareng dan Jakarta, sebuah tempat pariwisata yang masuk ke dalam daftar 10 bali baru yang sangat sayang jika dilewatkan.

Penampakan Ibu Suri dari kejauhan

Sesampainya di Belitung, saya bersama 10 teman trip saya menginap di BW Inn, sebuah hotel cantik yang terletak di Jl. Sriwijaya, Tanjung Pandan. Saya sekamar dengan Bu Annie Nugraha, Ibu Suri hits nan gaul di grup kami.

Merasa disambut dengan kasur empuk, selepas mandi dengan air hangat saya menyeduh Herbadrink Beras Kencur favorit saya untuk meredakan rasa greges yang betah sekali nempel di tubuh saya sejak Jum’at pagi tadi.

Beras kencur hangat

Meminum sari beras kencur saat sehat saja enak, apalagi saat sakit… Minum sambil terpejam saking nikmatnya… saat kandungan minyak atsiri yang terkandung pada Herbadrink Beras Kencur luruh di kerongkongan saya, kenyamanan yang ditimbulkan sukses menghantarkan saya tidur nyenyak. Terlebih, efek tonikum pada beras kencur berfungsi untuk menghilangkan rasa lelah dan penat sehingga saya fit kembali pada keesokan harinya.

Nyenyak tidur malam itu membuat saya bangun kesiangan, tidak sempat mencicipi rasanya bersepeda berkeliling Tanjung Pandan dengan sepeda yang disediakan hotel… Menyesal sesaat namun pada akhirnya saya berpikir yang penting sehat kembali karena masih ada sesi mantai berkali-kali yang menunggu saya pada traveling kali ini.

Buat insan yang rajin jalan-jalan seperti saya, fit booster memang wajib ada didalam list packing. Saat hendak berangkat berperahu pun saya membawa fit booster saya ini untuk diminum sebagai selingan sehat diatas perahu karena beras kencur juga dikenal memiliki khasiat menghilangkan masuk angin.

Seduhan saat berperahu ke tengah laut

Saat ke Belitung dua tahun lalu, saya tidak berhasil mantai dengan sukses karena hujan badai bahkan nyaris nggak bisa pulang karena bandara ditutup tanpa ada batas waktu, sebuah keseruan jalan-jalan yang berbeda waktu itu. Kali ini cuaca cerah sehingga saya dan teman-teman saya berhasil mengunjungi beberapa pantai di Belitung.

Salah dua dari yang kami kunjungi adalah Pantai Tanjung Tinggi dan Pulau Pasir Burung

Pantai Tanjung Tinggi adalah pantai yang dijadikan tempat syuting layar lebar Laskar Pelangi beberapa waktu lalu, diapit oleh Tanjung Kelayang dan Tanjung Pendam membuat gelombang air laut di Tanjung Tinggi termasuk ramah, selain itu bebatuan granit tinggi yang ada di Tanjung Tinggi membuatnya sangat catchy sehingga sering dijadikan tempat berfoto dan menunggu matahari tenggelam.

Lokasi hits lainnya adalah sebuah pulau yang hanya muncul saat air surut, yakni Pulau Pasir Burung yang terletak tak jauh dari Pulau Leebong.

Berbeda dengan dua tahun lalu dimana saya mendapati pulau ini muncul sempurna karena air surut, kali ini kami hanya mendapati sekitar seperlimanya saja yang berada diatas permukaan laut. Tetapi meskipun begitu, kami masih tetap dapat menikmati Pulau Pasir Burung dengan bermain-main di ayunan dan duduk di gazebo setelah melewati air laut setinggi pinggang.

Dua hari berkeliling Belitung sebetulnya bisa saja diperpanjang kalau waktu lowong. Dijalani alon-alon asal kelakon keliling pulau sedikit demi sedikit tanpa hilang bosan. Namun 10 manusia kota ini harus kembali berjibaku dengan keriuhan kota demi dapat kembali lagi ke Belitung suatu saat nanti.

Memang betul bahwa berjalan bersama akan membuat yang tidak kenal menjadi kenal dan dekat. Kebersamaan yang indah di tempat yang indah.