Ransel Saya

"A traveler I am, a navigator, and everyday I discover a new region within my soul." ~Kahlil Gibran~

Hotel Hoping


Biasanya hotel hoping itu berlaku buat traveler tapi tidak bagi saya kali ini.

Tinggal masih di area perkotaan, tapi butuh suasana baru disela-sela hari kerja… Kalo ngantor trus pulang, atau ngantor, kongkow trus pulang tuh rasanya template banget.

Berbekal ijin emak bapak dirumah dan baju sepenuh ransel ukuran 20 liter, jadilah saya loncat dari satu hotel ke hotel lain dalam beberapa hari diminggu lalu…

Karena kepadatan kerja, hari pertama hotel hoping malah kelupaan buat booking hotel. Baru order jam 21.00 waktu indonesia bagian Lotte Avenue, bener-bener dadakan kayak tahu bulet lima ratusan…

Fokusnya cuma cari di tengah Jakarta Selatan, rada panik gara-gara si travel agent online langganan ngga kelar-kelar loading-nya, hingga berpaling saya ke online primbon bernama google.

Dalam hitungan detik saya mendapatkan satu hotel di area Senopati seharga Rp. 320.000/malam.

Beringin

Bang Gojek mengantar saya menuju lokasi, saat saya sibuk memperhatikan kiri dan kanan saya, tiba-tiba Bang Gojek berhenti dibawah pohon beringin dan bilang “Sudah sampai, Neng”.

“Hah? ” tanya saya kebingungan setengah terbelalak sambil mikir kenapa si abang berhenti disana.

“itu hotelnya, Neng” kata si abang sambil nunjuk ke seberang.

Oiya betul, hotelnya terletak di seberang pohon beringin…

Begitu masuk, nuansa jawa langsung terasa, dengan latar belakang pahatan gebyok di belakang resepsionis.

Hotel ini mungkin sudah ada cukup lama, mengingat suasananya agak temaram ala hotel lawas, tapi untuk sekedar istirahat sebelum pindah ke hotel lain esok hari sih, semua yang disajikan hotel ini sudah cukup.

Kembali berselancar

Karena masih belum sreg dengan hotel ini,  pada esok harinya, saya berkemas dan kembali berselancar mencari hotel kisaran 300-400 ribuan di area terdekat. Pilihan kali ini jatuh pada salah satu hotel di kawasan Bendungan Hilir.

Hotel terlihat seperti mini apartemen dari luar, hanya terdiri dari dua lantai.

Begitu sampai, saya celingukan mencari letak resepsionisnya, sampai di hampiri oleh pak satpam yang memberitahukan bahwa resepsionisnya terletak di basement gedung… Cukup unik penempatannya..

Saat check in, saya diberikan kamar di lantai 2, tidak ada lift disini, dan tidak ada room-boy, jadilah saya mengangkat koper ke kamar yang disediakan. Begitu masuk, saya langsung ngga sreg dengan kamarnya karena bau asap rokok, hingga akhirnya saya meminta kamar yang lain.

Kamar penggantinya berada satu lantai diatasnya. Kembali saya menguji trisep dan bisep saya, tapi demi istirahat yang nyaman, rela deh..

Hotel ini memberikan fasilitas yang cukup lengkap, termasuk perlengkapan mandi; sabun, sikat gigi, odol, handuk… ngga akan pusing lah kalau mendadak harus cari penginapan. Oiya, sikat giginya juga oke, ngga kasar kayak sikat baju (pernah saya mengalami hal ini, gusi saya jadi korban deh).

Kamar kedua ini ngga menjadikan saya berhenti pindah. Malam itu juga, saya langsung hunting penginapan lain, pagi itu saya booking penginapan di daerah mampang, dekat salah satu stasiun TV Swasta.

Penginapan Terakhir

Penginapan terakhir ini hanya terdiri dari satu lantai, mengusung konsep smart home seperti di apartement. Keluar masuk dari lobby ke lorong pintu kamar, harus menggunakan akses khusus.

Penginapan ini ternyata juga disewakan sebagai kamar kost, sehingga setengahnya masih menganut prinsip kost-kost an; dengan tarif Rp.  274.000/malam wajar saja jika penginapan ini tidak menyediakan alat mandi.


Namun ngga usah khawatir karena kasur tempat istirahatnya sangat nyaman dan lemari yang luas, ruangannya pun ber AC, memiliki TV channel internasional plus free wifi.

Dari ketiga hotel yang saya tinggali, hotel terakhir ini yang paling nyaman, ngga ada alat mandi ngga masalah, karena saya memang sudah membawa perlengkapan ini dari rumah.

Dari sisi lokasi juga oke, penginapan ini bahkan memiliki ATM sendiri… Nyaman lah pokoknya.

Saya pun sudah menandai penginapan ini di aplikasi peta saya dan aplikasi booking hotel saya. Supaya jika lain kali perlu, bisa langsung meluncur.

Ternyata hotel hoping bisa jadi salah satu alternatif menghilangkan penatnya tinggal di kota metropolitan…

Lain kali boleh lah diulang, dengan hotel yang berbeda tentunya.

Advertisements

4 comments on “Hotel Hoping

  1. ameliatanti
    January 24, 2019

    Paling recommended itu buat saya tetep business hotel deh, ga berani coba yang lain.

    Ibis budget blok M, Sotis deket area Manggala Wanabhakti, Yello Hotel Harmoni, Heef Hotel

    Itu semua di kisaran angka 270 ribuan – 350 ribuan. Jangan lupa di Tangerang dskt juga beberapa sangat nyaman dengan budget minim.

    Like

    • Utami Isharyani
      January 24, 2019

      Iya, normalnya business hotel sih.. Tapi kadang pengen coba juga yang agak berbeda.. Hanya untuk memenuhi keingintahuan aja…😆

      Like

  2. winnymarlina
    January 2, 2017

    saya sering pake we booking itu kak bisa pilih harga termurah

    Like

    • Utami Isharyani
      January 22, 2017

      Wah, baru ya? Boleh nih dicoba

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Information

This entry was posted on January 1, 2017 by in B&B, Hotel, Jakarta, Staycation, Travel To and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: